STP (Spanning Tree Protocol)

A. Pengertian

Spanning Tree Protocol (disingkat STP)) adalah protokol jaringan yang menjamin topologi jaringan bebas-perulangan untuk penghubung Ethernet LAN.

B. Latar Belakang

Menyediakan jalur cadangan otomatis jika tautan aktif gagal, tanpa bahaya dari perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan, atau kebutuhan untuk panduan mengaktifkan / menonaktifkan cadangan tautan ini.

C. Maksud dan Tujuan

Mencegah loop pada switch ketika switch menggunakan lebih dari 1 link dengan maksud redundancy

D. Alat dan Bahan

1. PC / Laptop
2. Cisco Packet Tracer

E. Jangka Waktu

7 Menit

F. Tahap Pelaksanaan

1. Buat Topologi seperti ini terlebih dahulu.


2. Untuk melihat spanning-tree nya double klik pada Switch > CLI.

 Pada Switch 1

SW1#show spanning-tree
 Config Pada Switch 1

 Pada Switch 2
SW2#show spanning-tree
 Config Pada Switch 2

3. Secara otomatis, SW1 menjadi root bridge dilihat dari semua portnya yang
fordward (berwarna hijau), agar SW2 yang menjadi root bridge, ubah priority pada SW2.
SW2(config)#spanning-tree vlan 1 priority 0
4. Sekarang SW2 yang menjadi root bridge. Untuk memindahkan blocking port
dari fa0/2 menjadi fa0/1 pada SW2 jalankan perintah berikut :
SW2(config)#int f0/1
SW2(config-if)#speed 10

5. Cek hasilnya pada gambar diatas. Port blocking pindah ke fa0/1.

6. Lalu anda juga bisa melihat nya dari Previlege mode (#) seperti gambar dibawah.
SW2#show spanning-tree

G. Kesimpulan 

STP akan membuat blocking atau shutdown pada salahsatu port untuk mencegah terjadinya loop. Ketika link utama down maka port yang sebelumnya blocking akan menjadi forward. Port blocking ditunjukkan dengan warna merah. STP menggunakan link cost calculation untuk menentukan root port pada non-root switch.
  • 10 Gbps = Cost 2
  • 1 Gbps = Cost 4
  • 100 Mbps = Cost 19
  • 10 Mbps = Cost 10
F. Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Spanning_Tree_Protocol
ccna-taufik-smk7semarang.pdf

Post a Comment